Sel-sel yang menyatu dan berdeferensiasi akan membentuk jaringan.
Sekumpulan sel dengan bentuk, fungsi, dan sifat yang sama disebut dengan jaringan.
3. Jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.
Jaringan meristem terdiri atas sekelompok sel yang tetap dalam fase pertumbuhan dan terus-menerus membelah.
Berdasarkan asal-usulnya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu promeristem, jaringan meristem primer, dan jaringan meristem sekunder.
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah.Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus.
Tumbuhan memiliki organ utama yaitu akar, batang, dan daun.
Pada hewan tingkat tinggi memiliki empat tipe jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat (konektif), jaringan saraf, dan jaringan otot.
Jaringan epitel terdiri atas epitel pipih, epitel batang, dan epitel kubus.
Jaringan pengikat (konektif) terdiri dan jaringan ikat padat, jaringan ikat longgar, kartilago, jaringan tulang sejati, jaringan lemak, jaringan darah, dan jaringan limfa.
Struktur sel meliputi membran sel, inti sel, sitoplasma, dan organel sel.
Membran sel tersusun atas lipoprotein dan bersifat selektif permrabel.
Organel sel meliputi ribosom, retikulum endoplasma, mitokondria, badan golgi, sentrosom, lisosom, plastida, mikrotubulus, mikrofilamen, dan peroksisom.
Sel prokariotik tidak mempunyai inti dan sistem endomembran seperti retikulum endoplasma, mitokondria, dan badan golgi.
Sel eukariotik memiliki inti dan sistem endomembran.
Sel tumbuhan memiliki organel yang tidak dimiliki sel hewan yaitu dinding sel, vakuola, dan plastida.
Sel hewan memiliki organel yang tidak dimiliki sel tumbuhan yaitu fagel dan sentriol.
Transpor pada sel terdiri atas transpor pasif (difusi, difusi terfasilitasi, osmosis) dan transpor aktif (transpor aktif primer, transpor aktif sekunder, eksositosis, endositosis). Endositas terdiri atas fogositosis dan pinositosis.
Kalor of reaction can be determining through experiment with kalorimeter. Kalorimeter is a isolated system [there is no material or energy that exchange with surrounding outside kalorimeter]. So that, all of the kalor which be freed by reaction which happens in the kalorimeter, is not expelled to outside kalorimeter.
We can determining value of kalor which is absorbed by water with measuring the increasing of temperature [T] in the kalorimeter based on the formula:
In the exothermic reaction, heat move from system to surroundings. System get a gain of energy, so the entalpy of the system increase. The value of the entalpy of produce is bigger than entalpy of reactant.
In the exothermic reaction, the value of H = ( - )
In the exothermic reaction, heat move from surroundings to system. Energy released from the system, so the entalpy of the system decrease. The value of the entalpy of produce is smaller than entalpy of reactant.
In the exothermic reaction, the value of H = ( + )
Wanita adalah tempat memenuhi kebutuhan laki-laki, mereka cenderung kepada wanita karena dorongan syahwat, jika wanita melagukan perkataannya maka akan bertambah fitnah. Karena itu Allah memerintahkan kepada kaum mukmin, apabila mereka hendak meminta sesuatu kepada wanita hendaknya dari balik tabir, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53).
Allah juga melarang kaum wanita berlemah lembut dalam berbicara dengan kaum laki-laki agar tidak timbul keinginan orang yang di dalam hatinya ada penyakit, sebagaimana disebutkan Allah dalam firmanNya,
“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Al-Ahzab: 32).
Begitulah yang diperintahkan walaupun saat itu kaum muk-min sangat kuat keimanannya, maka lebih-lebih lagi di zaman sekarang, di mana keimanan telah melemah dan sedikit orang yang berpegang teguh dengan agama. Maka hendaknya kita tidak sering-sering berbaur dengan kaum laki-laki yang bukan mahram, sedikit bicara dengan mereka kecuali karena keperluan mendesak dengan tidak lemah lembut dalam berbicara.
Dengan begitu kita tahu bahwa suara wanita yang tidak disertai dengan lemah lembut bukanlah aurat, karena kaum wanita pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbicara dengan beliau, mena-nyakan berbagai perkara agama mereka, demikian juga mereka berbicara dengan para sahabat Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal-hal yang mereka butuhkan, namun hal itu tidak diingkari. Hanya Allah-lah yang kuasa memberi petunjuk.
Teman biarkan ‘singa-singa” penuh semangat hadir dalam jiwa kita. Rawatlah “singa-singa ” itu dengan keluhuran budi, dan kebersihan nurani. Susunlah bulu-bulu kedamaian, cermati terus rahang persahabatan. Perkuat punggung optimisme, dan pertajam selal kuku-kuku kesabaran miliknya.
DUA EKOR SINGA
Suatu sore ditengah telaga terlihat dua orang memancing. Tampaknya mereka ayah dan anak sedang menghabiskan waktu bersama. Diatas perahu kecil , keduanya sibuk mengatur joran dan umpan. Air telaga bergoyang-goyang membentuk riak. Gelombangnya mengalun menuju tepian, menyentuh sayap-sayap angsa yang sedang berjalan beriringan. Suasana begitu tenang hingga terdengar sebuah percakapan,
“Ayah..”
“Hmm.., ya! Sang Ayah menjawab pelan. Matanya tetap tertuju pada kailnya yang terjulur.
“Berapa malam ini…..” ucap sang anak “ aku selalu bermimpi aneh. Dalam mimpiku ada dua ekor singa tampak sedang berkelahi dalam hatiku. Gigi-gigi mereka tampak runcing dan tajam. Keduanya sibuk mencakar dan menggeram seperti saling menerkam. Mereka tampak saling ingin menjatuhkan…”
Anak muda ini tampak diam sejenak lalu melanjutkan ceritanya,
“ Singa yang pertama terlihat baik dan tenang. Gerakannya perlahan namun pasti. Badannya kokoh, bulunya teratur. Walaupun suaranya keras namun terdengar menenangkan buatku.”
Ayah menoleh dan meletakkan pancingan di pingiran halauan.
“ Tapi Ayah, singa yang satunya lagi menakutkan. Gerakannya tak beraturan, sibuk menerjang ke sana kemari. Punggungnya kotor, bulunya koyak. Suaranya parau dan menyakitkan.”
“ Aku bingung apa maksud mimpi itu. Apakah singa-singa itu gambaran sifat baik dan buruk yang ak miliki? Dan, singa manakah yang akan memenangkan pertarungan itu, karena sepertinya mereka sama-sama kuat?”
Melihat anaknya yang baru beranjak dewasa itu bingung, sang Ayah mulai angkat bicara. Dipegangnya punggng pemuda gagah didepannya. Sambil tersenyum si Ayah berkata,
“ Pemenngnya adalah yang sering kamu beri makan. “
Ayah kembali tersenyum dan mengambil pancingnya. Lalu, dengan satu hentakan kuat dilontarkannya ujung kail itu ke tengah telaga. Tercipta kembali pusaran-pusaran air yang tampak membesar. Elombag riak itu kembali menerpa sayap-sayap angsa putih ditepian telaga.
Teman begitulah adanya. Setiap diri manusia mempunyai dua ekor “singa” yang selalu bersaing. Keduanya selalu berusaha untuk saling menjatuhkan. Mereka berusaha untuk menjadi pemimpin bagi yang lainnya. Pertarunan antar mereka tak pernah tuntas karena selalu saja terjadi pergiliran kemenangan. Kalah menang dalam pertarungan itu layaknya mata koin yang selalu berganti-ganti dan kita sering dibuat bingung, sebab kekuatan baik buruk itu terlihat sama kuat. Tapi siapakah pemenangnya saat ini dalam iri kita? ” Singa yang kokoh dan bulu teratur” ataukah “singa yan berbulu koyak dan menakutkan”? lalu singa apa yan kini menguasai kita? “singa” yang optimis, pantang menyerah, tekun, sabar, damai, rendah hati, dan toleran, ataukah “singa” yang pesemistis, tertekan, mudah menyerah, sombong, dan penuh dengki?
Percayalah kita sendiri yang menentukan kemenangan bagi kedua “singa”itu. Jika kita sering memberi “makan” pada “singa” yang damai tadi maka imbalan kebaikanlah yan akan kita dapatkan. Jika kita terbiasa memupuk optimisme dan pantang menyerah, maka “singa” keberhasilanlah yang akan kita peroleh. Namun sebaliknya, jika kita setiap saat memendam marah, menebar prasangka dan dengki, bersikap tak sabar dan mudah menyerah, maka akan jelaslah “singa” macam apa yang jadi pemenangnya.
Teman, biarkan “singa- singa” penuh semangat hadir dalam jiwa kita. Rawatlah “singaan” “singa- singa” itu yang terjadi “singa” it denan keluhuran budi, dan kebersihan nurani. Susunlah bulu- bulu kedamaian, cermati terus rahang persahabatan. Perkuat punggung optimisme, dan pertajam lalu kuku- kuku kesabaran miliknya. Biarkan “singa- singa” itu yang jadi pemenang. Namun jangan biarkan “singa” pemarah menguasai pikiran kita. Jangan pernah memberikan kesempatan untuk kedengkian itu untuk membesar dan menjadi penghalang keberhasilan. Jangan biarkan rasa pesimis, jiwa gundah, tak sabar, rendah diri menjadi pemimpin bagi kita.
Percayalah, imbalan yang kita peroleh adalah gambaran dari apa yang kita berikan hari ini. Lalu “singa” manakah yang akan di berimakan hari ini?
If A and B is reacted will reach a point where there’s no change more advanced, this point called equilibrium.
Chemical equilibrium is a dynamic equilibrium. Species in the reaction straight form in a constant manner, but without changed totality in the system of concentration.
Chemical equilibrium happens when we have reversible reaction in a closed system. There’s no mater which can be added or can be taken from that system except energy. In equilibrium, the number of something which in the mixed is constant although reaction still take place. This happens may be because the velocities of reaction to the right and to the left are same.
Equilibrium’s law
The value of multiplied balance concentration of substances at right part of reaction divided to the value of multiplied balance concentration of substance at left part of reaction, both of them is raised to a power with them coefficient of reaction, will have a constant value in constant temperature.
Constants equilibrium
a. Formulation of constant equilibrium based on concentration [Kc]
Every steps with certain concentration can be calculated the value of Q using methode compare the value of Q with Kc.
Z Q <>c : formation reaction of product will take place
Z Q <>c : didn’t happen changes, happen equilibrium
Z Q <>c : analyzing reaction of product to be reagen will take place
1. Homogen equilibrium reaction
Homogeny equilibrium reaction is a reaction which all substance phases in equilibrium condition for all same reaction.
pA[g] + qB[g] <=> rC [g] + sD[g]
Kc = M[r+s]-[p+q] M = molarity
2. Heterogenic equilibrium reaction
In heterogenic equilibrium reaction, concentration substances with phase solid and liquid are not calculated. This is because concentration of solid substance is considered constant. Determinate of Kc:
a. Mixed between gas with solid, which is calculated is gas
b. Mixed between aqueous with solid, which is calculated is aqueous.
pA[g] + qB[s] <=> rC [g] + sD[g]
Equilibrium shift
1. Concentration changes
Reaction: A + B→C
If A plus means that the concentration is enlarged, so that "if given, he would give" the shift to the right so that the C lot. If B is taken (separate) minimize the concentration of B means that "if taken, he would take" the reaction shifts to the left so that C decreases.
If one substance concentration is enlarged (plus), then the reaction shifts from the substance. If one substance concentration is reduced (reduced), then the reaction will shift toward substance.
2. Temperature changes
If the temperature is increased (adding or provide heat) then the reaction will shift to the left of the reaction endothermic (required). If the temperature is lowered (less heat), then the reaction will shift to the right of the direction exothermic reaction (issued).
For example: 2NH3 N2 + 3H2 ΔH = +92 Kj
If the temperature is increased the reaction shifts to the right (NH3 many loose), if the temperature is lowered will shift to the left.
ZTemperature increase will increasing the value of Kc for system with positive DHrks [endotherm]
ZTemperature increase will decreasing the value of Kc for system with negative DHrks [endotherm]
3. Pressure changes
The change affects only the pressure for the gas. Solid and liquid phase pressure effects are ignored.
Boyle's law according to the:
If the pressure is enlarged (reduced volume) then the reaction shifts toward the number of moles of gas is the smallest.
If the pressure is reduced (enlarged volume) then the reaction shifts toward the number of moles of the largest gas.
Because the coefficient of the reaction mole ratio states, it is sufficient to consider the amount of gas on the coefficient of each segment.
4. Catalyst rule
Catalyst is a substance that can accelerate the reaction but did not come to react.
In accordance with the reaction function will accelerate the achievement faster equilibrium process, the way forward and accelerate the reaction as big backlash. Catalytic function at the beginning of the reaction (before equilibrium is reached). If the speed of forward reaction = rate through the catalytic reaction stopped functioning.
Dissociation Equilibrium
Dissociation is the action of analyzing a substance to be the other substance which is simpler. Dissociation can happen by heating or usually called thermal dissociation. Dissociation which take place in the closed room will finish with an equilibrium which called dissociation equilibrium.
The large of fraction substance which is dissociated is clarified by dissociation’s degree [a], that is the comparson between number of substance which is dissociated with number of substance before [n].
The number of mole substance which is dissociated = a · n
Equilibrium Systems in Industry
Haber-Bosch process:
1. Is a very important process in the chemical industry because ammonia is the main ingredient in the manufacture of various products such as urea, nitric acid, and nitrogen compounds.
2. Can be used as a solvent for liquid ammonia polarity nearly matching polarity water.
Contact Process :
Is the process of making sulfuric acid on a large scale. Used for the manufacture of ammonium sulphate fertilizer, the oil refining process, the steel industry to remove rust before the steel coated with tin or zinc, in making pigments, pharmaceuticals, metals refining process by electrolysis, the textile industry, etc. In the contact process materials used are pure sulfur is burned in the air:
S + O2 → SO2
SO2 is oxidized in air formed by using a catalyst:
2 SO2 + O2 → 2SO3 + 45 kcal
The catalyst used is vanadium pentaoxide. The lower the temperature the more SO3 produced, but the reaction is slow. Taking into account the time factor and the selected temperature of 400oC in approximately 98%. SO3 difficult because soluble in water then reconstituted concentrated H2SO4.